Hidup "PAs-PAs"aN


Apakah sebenarnya yang dicari dalam hidup ini?

Pingin kaya raya dan mati masuk surga atau pingin menikmati hidup tanpa harus kaya namun tetep mati masuk surga?

Atau mungkin ada pilihan lain lagi?

Hidup ini memang sebuah pilihan, dan setiap saat, setiap detik, kita selalu dihadapkan pada suatu pilihan. Layaknya sebuah flowchart kehidupan yang sangat besar [mendekati tak terhingga], maka setiap pilihan kita selalu menanggung konsekwensi.

Jadi yang perlu disiapkan adalah bagaimana kita menghadapi setiap konsekwensi dari pilihan kita.

Pingin kaya? Berarti harus berusaha keras nyari kekayaan.

Pingin mati masuk surga? Berarti harus menyiapkan bekal yang banyak agar pas mati bekalnya sudah memadai.

Paling enak ternyata hidup dengan cara pas-pasan. Pas pingin kaya, tiba-tiba dapet rejeki.

Pas mati, ternyata amalannya sudah memadai [untuk masuk surga].

Kadang yang terjadi adalah :
1. Pas dapet duit, ditagih hutang
2. Pas mau makan enak, ada yang datang minta makan
3. Pas nyenyak-nyenyaknya tidur, dibangunin sahur
4. Pas mau ngeblog, pas listrik padam

Nah, kalau begini, apa yang musti dilakuin?

Hanya ada satu cara, tersenyum sambil bilang,”Enjoy AjaH!”

Indahnya hidup “pas-pas”an

Pandanglah hijaunya daun dan nikmati indahnya hidup ini. Paksakan sebuah senyum, dan insya Allah, lama-lama jadi nggak kepaksa.

Amin. (137)

2 thoughts on “Hidup "PAs-PAs"aN

Leave a Reply