Catatan 26 Desember 2008

Sambil nunggu download antivirus, nulis aja kegiatan di tanggal 25 Desember 2008.

Setelah nulis blog tentang ultah kawan dan pemilu 2009 aku ajak anak-anak untuk sarapan nasi goreng [menu favorit saat tidak ada istri di rumah]. Sebelumnya pergi ke warung, sambil mau beli lagi tas Go Green, soalnya tas yang ada dibawa istri ke Yogya. Ternyata tas Go Green laris manis, alhamdulillah, makin banyak orang yang ingin dunia menjadi lebih hijau [atau jangan terlalu cepat menjadi hitam].

Habis itu, kita bertiga ngobrol ngalor ngidul aja di kamar, sampai tahu-tahu saking malesnya pada ketiduran semua. Bangun karena ada telepon dari mas Iskandar, wartawan koran Jakarta yang pingin main ke rumah.

Menjelang jam 11.00, kuajak Lita [anak nomor dua] untuk beli makanan ringan dan bahan untk makan siang + makan malam nanti. Ternyata Lita belum mandi, ya udah nunggu dia mandi dulu.

Akupun ngidupin PSR-1500, kulihat USB sudah tercolok, jadi tinggal tekan tombol On di PSR, receiver dan penguat [Ampli] dan akupun sudah larut dalam karaoke [sendirian].

Paling asyik memang karaoke [sendirian], tidak ada yang protes [dengan suaraku yang fals] dan aku bisa menirukan semua gerakan penyanyi aslinya tanpa “rikuh-rikuh” lagi.

Rupanya Lita mandinya kelamaan, sambil ngantuk ‘kali, sehingga menjelang tengah hari baru bisa keluar dari rumah. Di Car****r kulihat ada tas Go Green yang model batik. Kubolak balik dan akhirnya kubeli juga, sebagai rasa kepedulian atas dunia yang makin pekat oleh polusi ini. Tas yang cukup mahal [seribu rupiah menuju 50 ribu].

Sayangnya kasirnya tidak paham kenapa tas itu dijual di dekat kasir dan untuk apa tas itu dijual.

“Mas, tas itu kubeli untuk tempat semua belanjaanku ini”, kataku ketika melihat dia mengambil tas plastik dan memasukkan tas Go Green di tas plastik itu.

“Ini bisa kok pak, dimasukkan di tas plastik ini”, kata sang kasir sambil berusaha memasukkan tas Go Green yang besar ke dalam tas plastik yang kecil.

Anakku sampai geram melihat tingkah dan ucapan kasir itu [tapi dia hanya tersenyum diam, sambil matanya berkata-kata padaku]. Akhirnya aku yang tidak sabar [habis yang antri di belakangku banyak banget tuh].

“Mas, masukkan semua belanjaan di tas batik ini. Gak usah cari tas plastik lagi. Tas batik ini mudah didaur ulang, jadi gak perlu tas plastik yang susah didaur ulang” akupun mulai pakai jurus memaksa, daripada kelamaan.

Abis belanja, untuk ngademkan hati, kuajak anakku minum dawet ayu. Hmm….. dawet ayu di JB Plaza emmang enak tenan. Tiga ribu dan dia sudah bisa dinikmati sepuas kita.

Sampai di rumah, mas Iskandar sudah nunggu di depan rumah. He..he..he.. sori ya mas, banyakkasus sian ini, jadi agak telat nyambutnya.

Kamipun ngobrol ngalor ngidul, sampai akhirnya nyinggung soal blog. Otomatis nyinggung soal kampung Condong Catur yang menjadi topik di blogku hari itu.

Dulu mas Iskandar ini menjadi pengurus perguruan Tapak Suci CondongCatur dan aku menjadi salah satu pembantu “suhu” disana. Basic ilmu silatku sebenarnya bukan Tapak Suci, tapi BIMA [Budaya Indonsia Mataram], tapi karena adanya Tapak Suci dan perlu tenaga pelatih, maka akupun terpilih menjadi jajaran pelatih disana.

Ternyata salah satu muridku yang sangat hormat padaku [kadang terlalu hormat, karena dia juga anak buahku di RT], sangat trampil memainkan ilmu kanuragan itu. Jurus Ikan Terbang, Lembu dan lain-lainnya di akuasai dengan sangat baik.

Ketika tahun 90an aku di Medan, muridku ini [mas Heru] diundang oelh Tapak Suci Sumut untuk memberi pelajaran bagi para pendekar Tapak Suci yang ada di Sumut.

Bisa dibayangkan pendapat para pendekar Tapak Suci Medan terhadap aku yang sudah melupakan latihan bela diri ini.Ma Heru begitu berapi-api kala menceritakan kehebatanku, baik sebagai pelatihnya, sebagai aktifis kampus maupun sebagai pembimbingnya di kampung.

Aku jelas merendah dengan penghargaan mereka, dan ini malah membuat mereka makin yakin bahwa aku adalah pendekar besar yang sedang menjauhkan diri dari dunia “kangouw” [halah…].

Obrolan kami makin larut dan makin asyik, apalagi ketika sempat nyinggung mantan teman dekatku di Kampung. Halah… gak usah ditulis disini ya [entar ada yang cembokur]

Waktu juga yang akhirnya menghentikan obrolan ini. Downlaod file juga udah selesai.

Selesailah juga tulisan ngalor ngidul ini. Semoga bermanfaat buatku [pribadi], syukur ada juga yang mendapat manfaat dari tulsian ini.

Salam.

4 thoughts on “Catatan 26 Desember 2008

  1. Tulisan ngalor ngidul yang keren….. jadi banyak tahu mengenai mas Eshape nih. Dulu waktu masih muda, kliatannya hebat sekali nih…… Aku jadi sangat penasaran…….

Tinggalkan Balasan