EARTH HOUR

Hati ini rasanya bangga ketika salah satu adik alumniku memberi komentar positip terhadap kelakuanku yang suka naik angkot ke kantor.

“Saya salut dengan pak Oke yang mau naik angkot ke kantor lho!”

“Tidak semua orang mau naik angkot lho pak. Panas, tidak nyaman dan tidak aman”

Komentar-komentar itu rasanya menjadi penyejuk dan peringan langkahku, yang kadang terasa berat ketika menuju terminal angkot 59.

Lain kepala lain pula komentarnya. Ketika aku malam-malam pulang dari kantor, ada saja yang memberikan komentar terhadapku.

“Pak Kasihan perusahaannya lho. Sudah jadi pejabat kok masih suka naik angkot”

“Sopirnya kemana pak?”

Nah untuk komentar yang ginian,aku selalu menyambut dengan riang gembira. Senyum terkembang dan kadang begitu lebarnya karena kulengkapi dengan ketawa ringan.

“Tak usah khawatir pak. Sopirku ada banyak tuh. Udah nunggu di depan. Tinggal milih kok, sopir yang mana yang mau kita suruh mengemudikan mobil yang kita naiki”

Hari ini, sepulang dari makan siang di resto Sami Kuring, aku juga naik angkot ke Jababeka. Sampai di Jababeka, nyambung ojek dan sampai di rumah biayanya cukup 7 ribu saja.

Rasanya ringan saja kaki ini melangkah. Apalagi pas di angkot ketemu dua cewek cantik yang wanginya luar biasa. Panasnya angkot terkalahkan oleh aroma dari dua cewek yang duduk persisi di depanku dan persis di sebelah kananku.

Ini jauh berbeda dengan aroma saat naik angkot 59 di sore hari. Aroma keringat yang menyengat ditambah padatnya penumpang benar-benar membuat pusing kepala, tapi itu hanya terjadi di bulan-bulan pertama naik angkot.

Saat menginjak bulan kedua, maka semua ketidak nyamanan itu sudah tidak terasa lagi. Semua menjadi kebiasaan yang tidak lagi kita rasakan, mengalir begitu saja.

Puji Tuhan, anakku rupanya mewarisi semangat go green ini. Dia sangat senang melihat orang yang membuang sampah di tempatnya. Diapun sangat gemar mengajak teman-temannya untuk berbelanja ke toko dengan membawa tas sendiri dari rumah.

Persedikit penggunaan sampah plastik, begitulah ajakan Go Green yang disampaikan anakku.

Bumi ini sudah jenuh dengan tindakan yang mempercepat umur bumi. Begitu banyak sumber daya alam yang dipakai secara semena-mena, hanya untuk memuaskan nafsu yang tak akan mengenal puas.

Mari kita sama-sama mematikan listrik di hari Sabtu, 28 Maret 2009. 1 [satu] jam saja sudah cukup.

Silahkan simak ajakan Earth Hour ini :

Tahun ini, Earth Hour telah berubah menjadi sebuah pemilihan global pertama, untuk memilih Bumi atau pemanasan global.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia dari berbagai usia, kebangsaan, ras, dan latar belakang  memiliki kesempatan untuk menyuarakan kepedulian mereka – mematikan lampu mewakili suara Anda untuk Bumi, sementara meninggalkan lampu menyala merupakan suara Anda untuk pemanasan global. WWF mendesak dunia untuk MEMILIH BUMI dan mencapai sasaran hingga 1 miliar suara.

Ini saatnya Anda sebagai individu memilih:
jadi bagian dari 1 milyar penduduk dunia yang ikut kampanye ini

EARTH HOUR JAKARTA – INDONESIA
Sabtu, 28 Maret 2009, jam 20.30-21.30

Matikan LAMPU 1 jam

saya, Anda, kita, bisa mengubah dunia!
* dan pastikan semua alat elektronik yang tidak sedang dipakai dalam kondisi power off, BUKAN stand by

1 jam lampu Jakarta padam, sama dengan .

  • 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa)
  • mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
  • mengurangi emisi CO2 sekitar 284 Ton CO2
  • menyelamatkan lebih dari 284 pohon
  • menghasilkan udara bersih untuk lebih dari 568 orang.

== source disini :

daftarkan diri anda sebagai pendukung Earth Hour dan dapatkan imil seperti ini :

Kepada yang terhormat Eko eSHaPe,


Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda sebagai pendukung Earth Hour 2009.


Dengan mendaftarkan diri, Anda telah mendukung tujuan Earth Hour untuk meraih target lebih dari satu miliar orang di 1000 kota di seluruh dunia pada tahun 2009. 

Earth Hour mengundang masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30 di hari Sabtu, 28 Maret 2009, dan sekaligus mengirimkan pesan global yang kuat
bahwa kita peduli dan melakukan tindakan untuk mengurangi laju dampak perubahan iklim.


Newsletter Earth Hour akan dikirimkan ke eko.eshape@gmail.com.


Anda dapat membatalkan pendaftaran pada setiap waktu, cukup dengan menekan link yang tercantum di newsletter atau dengan mengunjungi situs:


http://www.earthhour.org/unsubscribe/


Terima kasih atas dukungan Anda.


WWF Earth Hour
http://www.earthhour.org
(315)

18 thoughts on “EARTH HOUR

  1. Pingback: GREENPEACE vs Nestle | cikarangonline.com | Portal Informasi Kota Industri

  2. Pingback: Suara Dari Greenpeace | Komunitas Blogger Bekasi

  3. @Daghul

    jadi kalu cum asejam kecil ya ?
    he..he..he.. ternyat adi belahan bumi yang lain sejam itu mudah
    sementara di jakarta setengah jam saja susahnya sudah setengah mati

    salam

  4. ya Tuhan,.. semakin cepat bumi ini rusak maka semakin cepat kiamatmu terjadi,..
    aku kasian dengan orang-orang jaman dulu yang di siksa di dalam kubur,. pasti mereka berharap kiamat segera terjadi,…..

  5. Lo di Lombok mah udah dari taon 2000 di berlakukan hal semacam itu,.. bukan 1 jam lagi, 3 jam lebih malah,.. dari jam 6 sampai jam 10 malem,.. bukan earth hour lagi namanya tapi pemadaman bergiliran,… jadi tidak ada masalah lo di matiin cuma sejam,…. “cuma Sejam”,..

  6. @Rindu

    wah udah lama gak lihat foto mbak Rindu nih [jadi rindu deh]

    sifatnya hanya himbauan kok mbak
    bukan kewajiban

    lebih baik matiin lampu tapi gak matiin juga gak apa-apa

    salam

  7. Pingback: EARTH HOUR [LAGI] « PoJoK YoGyA (lagi)

  8. @Danco

    bener banget mas,
    kita jangan terlalu egois dan menghabiskan sumber daya bumi mumpung masih bisa

    kita harus inget anak cucu kita masih perlu dengan sumber daya di bumi ini