Surabayaku Sekarang

Meski agak kesiangan, kupaksakan diriku untuk jalan-jalan di depan Kantor Pemkot. Yah, bernostalgia deh.

Keluar dari hotel langsung belok kanan menuju “TKP”. Hmm udaranya lumayan segar, dibanding Jakarta, tetapi tetap lebih segar udara di belakang rumahku yang penuh dengan pepohonan hijau [maklum rumah di desa CIkarang].

Sampai di depan patung Sudirman, kulihat penjual gudeg yang dulu sering kudatangi sudah gak jualan lagi. Gantinya para mania VW yang nongkrong disitu. Warung Pecel masih laris manis dan penuh parkirannya.

Jalan sedikit lagi ke arah Pemkot, kulihat warung lesehan yang dulu ada di situ sudah berganti dengan deretan sepeda onthel tua. Dandanan mereka bak warok atau bak “amtenar” jaman dulu. Tua muda, laki perempuan pada nongkrong disitu.

Warung lesehannya sudah terlihat bersih dan dipakai markas salah satu partai yang katanya berhati nurani.

Nyebrang jalan, sampailah ke gedung Pemkot. Suasananya masih seperti dulu, yang berubah hanya yang jualan tidak sebanyak dulu. Masih banyak orang yang main bola, badminton ataupun hanya sekedar loncat-loncat saja.

Pikiran jadi terasa segar melihat suasana seperti itu. Gak terasa langsung melamun ke Cikarang. Sedang apa ya anak-anakku disana? Apa mereka jalan-jalan juga ya di Taman Golf?

Pak AMril katanya mau melihat istriku jualan di Taman Golf, tetapi aku yakin istriku di rumah ngurusin anak-anak yang kehilangan candaan “jayus” dari bapaknya.

Puas menikmati taman Pemkot, langsung balik kanan menyusuri rumput hijau yang lembut, sampai tiba-tiba kakiku menabrak besi.

Uaduh, sakitnya lumayan juga nih. Rupanya ada besi di balik rumput itu. He..he..he.. makanya jangan ngelamun deh. Katanya instruktur K3LM kok kesandung [emang jalan hanya pakai kaki saja, pakai mata juga donk], wah gak iya nih…!:-)

Mendekati hotel Surabaya Plaza, sempat lihat perahu melintas di sungai. Wah, ada wisata air juga akhirnya di Surabaya. Dulu waktu aku lima tahun di Surabaya, itu hanya jadi wacana terus.

Salut deh buat mereka yang berjuang untuk melestarikan wisata air itu.

Sesampai di hotel aku langsung minta obat luka. Para petugas hotelpun sibuk melayaniku. Sayang tidak ada kotak P3K di hotel megah ini.

Ya udah beli saja di drug store. Kalau aku jadi pemilik hotel pasti kubelikan deh tamu yang kakinya luka.

Sekarang udah sehat, siap untuk jalan-jalan muter-muter kota Surabaya.

wisata air yang dulu hanya wacana saja

2 thoughts on “Surabayaku Sekarang

  1. Sayang tidak ada kotak P3K di hotel megah ini

    Wah.. payah banget ya, ini baru luka kaki.. kalo ada kejadian lain yg lebih parah gimana ya.. ck ck.. Met jalan2 di Sby mas.. 🙂

Tinggalkan Balasan