Waduh kartu kreditku ditolak, gimana ini?

Pernahkah kita merasakan kartu kredit kita ditolak?

Kalau pernah merasakannya, pasti sudah tahu rasanya. Apalagi saat ditolak, kita pas di antrian depan dan di belakang kita ramai orang antri dan melihat proses penolakan itu.

“Maaf pak, ada yang lain? Kartu yang ini DECLINE”, begitu kata mbak kasir di toko Buku Gramedia Yogya, ketika aku nganter lilo beli beberapa majalah dan buku bacaan.

Terpaksa aku buka dompet lagi dan mengeluarkan kartu kredit yang lain. Kalau tadi aku pakai Bank Mandiri, sekarang aku pakai Bank BNI.

Alhamdulillah, dengan kartu BNI semua jadi lancar. Akupun keluar dari kerumunan yang ada di depan kasir dan langsung menuju ke pintu keluar. Segera masuk mobil dan meluncur ke rumah.

Pada hari Minggu pagi, sekitar jam 9.15 wib, di Gedung megah inilah peristiwa ini terjadi. Sepanjang jalan dari gedung ini sampai ke rumah aku terus berpikir.

“Apa ya salahku kok sampai kartu kreditku di Mandiri ditolak pihak Gramedia?”

Pertanyaan ini terus menghantuiku dan membuatku ingin segera menghubungi pihak Bank Mandiri. Sayangnya hari Minggu itu kegiatanku begitu padat, badan juga terasa tidak nyaman, sehingga aku baru bisa menghubungi Bank Mandiri di hari Selasa, 2 Maret 2010, sekitar jam 08.40

Setelah menunggu cukup lama akhirnya tersambung juga dengan “customer officer”. Dialog terus berjalan untuk mencocokkan dataku dengan data mereka.

Setelah data selesai dicocokkan, maka mulailah peristiwa kartu kredit ditolak ini didiskusikan. Akhirnya mbak di ujung telepon menyuruhku menunggu [lagi] selama dua menit dan kuikuti petunjuk itu.

Akhirnya setelah dua menit, benar saja, mbak di ujung sana kembali bicara.

“Setelah kami cek, tagihan dari Gramedia sudah masuk pak. Jadi silahkan bapak menghubungi gramedia Yogyakarta untuk menarik atau menghapus tagihan bapak”, begitu katanya

“Apa tidak bisa dari Bank Mandiri saja mbak? Kalau aku harus nelpon ke Yogya, bisa-bisa biaya telepon lebih besar dari tagihan yang harus kubayar”

“Begitu prosedurnya pak”

“Oooo begitu ya….”

Yah, mau apa lagi. Sudah begitu prosedurnya, aku hanya bisa menuliskannya di blog ini. Siapa tahu ada yang senasib dengan aku jangan sampai terulang lagi.

Sebelum ditutup aku juga sempat minta mbaknya untuk menutup kartu kreditku di bank Mandiri. Aku memang tidak tahu kesalahan ada dimana, tapi kalau kartu kredit itu kututup, minimal salah satu alternatif pintu keterulangan kejadian ini sudah tertutup.

Solusi lainnya, kalau kartu kredit kita ditolak, segera menghubungi Bank Penerbit, sehingga bisa langsung melakukan konfirmasi ke petugas yang menolak kartu kredit kita.

Bayangkan kalau kita ditolak di Amerika dan baru konfirmasi ke Bank Penerbit ketika sampai di Jakarta? Apa tidak tambah runyam?

Hehehe..tapi melakukan konfirmasi ke Bank Penerbit saat di Amerika juga biayanya tidak murah tuh….

So…?

Adakah solusi terbaik?

Aku gak tahu sih kesalahan terletak dimana. Apa di mesin kasir yang ada di Gramedia atau di Bank Penerbit.

+++

sumber gambar disini

dimuat juga di blog pribadi

14 thoughts on “Waduh kartu kreditku ditolak, gimana ini?

  1. owalah bgitu.. makasih kak bwt wawasannyaa ea..
    smalem aq coba daftar domain d namecheap pke kartu kredit, tp malah ada tulisan decline..
    aq kira knpa, soalnyaa gag prnah ngalamin decline..
    trnyata bisa d alami siapa saja πŸ˜€

    • Salam.

      Semua pengurusan kartu kredit kayaknya sama.
      Lancar di depan tapi kalau kartu kredit bermasalah terpaksa harus sabar.
      Menurutku (per bulan Juni 2012) hanya kartu kredit Permata yang lancar pengurusannya.

      Salam sehati

    • oalah mas Soewoeng baru ngeh to
      hehehe…
      lengkapnya eko sutrisno hadi purnomo mas
      disingkat yo eshape atawa eko eshape
      podho ae…

  2. Terkadang kartu kredit memang bikin ribet kalau lagi ada masalah. Nggak sama saat orang menawarkannya begitu mudah dan gampang. Saya dulu pernah ribut gara-gara CityBonk..akhirnya aku tutup..

Tinggalkan Balasan