Pelatihan Bisnis Mie dengan TDA Jaksel

“Berapa sih modal yang dibutuhkan untuk membuat usaha gerai mie ayam ini pak?”, begitu pertanyaan yang sering ditanyakan padaku saat diadakan pelatihan bisnis mie ayam.

Akupun dengan penuh percaya diri menerangkan tentang beberapa konsep dasar bisnis mie ayam ini dan berapa modal yang diperlukan untuk buka usaha ini. Sedangkan suhu mie perto tetap dengan kepiawaiannya melakukan demo di hadapan para peserta lainnya yang kali ini di TDA Jaksel kebanyakan wanita, atau minimal lebih banyak wanitanya dibanding prianya.

“Bisnis mie ayam ini hanya butuh uang sekitar tiga juta rupiah untuk agar dapat segera membuka gerai mie ayam perto ini”, kataku pada penanya yang tidak bisa bertanya langsung ke pak Syam karena penuhnya peserta pelatihan

“Untuk apa saja itu pak?”, sang penanya biasanya terus mengejar dengan pertanyaan lain untuk menuntaskan rasa ingin tahu mereka.

“Ya untuk membeli mesin pembuat mie, sekitar 550 ribu. Kemudian sisanya dipakai untuk beli kompor, gas, panci dll”, begitu penjelasanku.

“Jadi kalau saya sudah punya kompor beserta tabung gasnya, apa itu mengurangi angka 3 juta tadi?”

“Bener, kalau kita sudah punya peralatan pembuat mie atau kita sudah punya kompornya, maka biaya untuk mendirikan gerai mie ayam ini akan berada di bawah angka 3 juta”

“Apa angka 3 juta itu termasuk rombongnya atau gerobaknya?”

“Tidak. Angka 3 juta itu dengan asumsi kita hanya berjualan di depan teras rumah kita atau di emper toko. Sesuai dari nama pembuat merk ini yaitu Mie Perto atau Mie Emper Toko!”

“Mie ini tahan sampai berapa lama ya, terus pakai pengawet jenis apa?”

“Mie ini seperti yang kita lihat tanpa mempergunakan bahan pengawet dari jenis apapun, jadi mie ini hanya tahan untuk 8-10 jam saja. Di luar rentang waktu itu, maka lebih baik jangan dijual, meskipun masih bisa dimakan sendiri”

Seperti biasa pelatihan yang dilakukan oleh Suhu Mie Perto ini selalu penuh dengan canda tawa dan jauh dari suasana yang mencekam. Pak Syamsu memang pandai membawa audience untuk selalu serius tetapi siap menerima lelucon “high class” darinya.

“Pak Syam tahun ini rencana bisnisnya mau buka berapa mitra?”, begitu pertanyaan salah satu peserta demo mie ini.

“Untuk tahun ini dan sampai tahun depan, kayaknya kita akan berhenti pada mitra yang ke delapan saja”

“Ooo….” (sambil tersenyum)

“Iya pak, bener!”

“Oooo….bener ya?”

“Kita hanya mempunyai mitra sejumlah delapan buah saja, yang pertama mitra yang ada di seluruh Sumatera, kedua seluruh Jawa, Kalimantan, Sulawei, Papua, Ambon, Bali, NTT serta NTB.”

Lokasi pelatihan kali ini memang sedikit menyulitkan terutama yang memakai kendaraan roda empat. Parkirnya agak susah dan perlu sedikit kejelian untuk memilih jalannya.

Meski begitu semangat yang luar biasa telah ditunjukkan oleh TDA Jaksel ini. Mereka terus semangat untuk mengikuti acara pelatihan ini. Kebetulan pak Syam memang ahlinya bercerita, maka kloplah acara siang ini.

Seorang peserta sampai terlihat begitu penuh perhatian terhadap apa saja yang diucapkan sang suhu.

“Hari ini mesin pembuat mie kita tidak berfungsi sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi bagi yang terlambat datang dan bagi yang ingin melihat ujud mesin giling mie yang awet silahkan besok pagi, tanggal 18 April 2010 jam 10.00, dapat mengikuti pelatihan yang sama yang diadakan di warung mie ayam SEHATI.

Mesin Mie seharga 550.000

Mesin Mie seharga 550.000

“Wah dimana tuh tempatnya? Ada alamat yang jelaskah?”

“Gerai Mie Ayam SEHATI tempatnya di Cikarang pak. Kalau naik kendaraan umum dan turun di terminal Cikarang, maka langsung naik angkot nomor 17 dan turun di Jababeka II atau di depan Paparon Pitza. Setelah itu dapat naik angkot inisial B atau naik ojek. Kalau naik angkot ongkosnya dua ribu lima ratus, sedangkan kalau naik ojek sekitar 6 ribu”.

“Bila naik PATAS 121, maka langsung turun di Paparon Pitza dan ikuti langkah seperti di atas. Demikian juga kalau dari UKI, maka naik angkot A-59 dan turun di Paparon Pitza”

“Kalau kita membawa mobil pribadi, maka setelah membayar tol, kita belok kiri dan pilih jurusan lemah abang. Sampai di Jababeka II, maka kita belok kanan dan melewati Paparon terus ikuti jalan kembar sampai ketemu rumah sakit Harapan Kita pas di simpang empat. Kita pilih arah belok kanan melewati jalan Industri Selatan. Ketemu simpang empat industri selatan I kita terus dan setelah ketemu simpang tiga kita belok kiri melewati jalan industri selatan II”

“Kita menyeberangi jembatan dan sampai di Tarum Barat, kita belok kanan menuju arah Beruang Raya. Pas ketemu simpang empat, dan di sebelah kanan jalan ada Alfa Midi, maka kita belok kiri dan ketemu SMAN Cikarang Pusat. Kita belok kiri lagi sampai mentok dan sampailah kita di Mie SEHATI”

Begitulah petunjuk jalan ke lokasi Mie Ayam SEHATI. Agak rumit bagi pendatang baru, tapi sekali datang pasti langsung apal arah-arahnya.

Dalam pelatihan ini, ada satu yang istimewa, salah satu peserta langssng menguasai cara pembuatan mie dan dengan trampil mengikuti arahan yang diberikan oleh pak Syam.

“Dari puluhan kali saya melatih, baru kali ini ada yang sehebat bapak ini. Luar biasa!”

Dalam pelatihan yang diliputi oleh suasana riang ini tercipta juga relasi bisnis baru, karena ternyata beberapa teman yang abru berkenalan ternyata memounyai bisnis yang saling menunjang atau mempunyai kebutuhan yang ternyata dapat dipenuhi oleh peserta pelatihan yang lainnya.

Luar biasa memang ruh TDA ini. Dia mampu mempertemukan insan-insan yang amanah dan saling sinergis, sehingga membuat pertemuan Tangan Di Atas (TDA) selalu penuh dnegan daging tanpa tulang.

Sampai bertemu lagi di pelatihan yang lain.

+++

Tinggalkan Balasan