“Tadi malam BB ini baru saja hilang”, kata Anto pada teman-teman ngobrolnya
“Maksudnya?”
“Iya, pas aku narik uang di ATM, aku lupa naruh BB ini di mesin ATM dan langsung ngeloyor begitu saja sehabis ngitung duitnya”
“terus …?”
“Aku tahunya setelah mencoba mencari BB itu dengan cara menelpon dari nomor telepon rumah. Aku mencoba mencari suara yang akan muncul dengan cara celinggukan kesana-kemari”
“….hehehe….”
“Bukannya suara nada dering yang kudapat tapi malah ada suara jawaban di ujung telepon”
“…..dari penemu BB-mu dong….”
“Iya, rupanya BBku ditemukan oleh orang lain dan dia menjawab panggilanku dan memintaku untuk datang ke lokasi hilangnya BBku. SDia mau ngembalikan BB-ku tuh…”
“Wah hebat tuh Ton. Sulit nyari orang sejujur itu”
“Iya tuh. Belum pernah aku dengar orang seperti itu”
“Jangan-jangan karena bulan puasa, maka dia takut nyuri Ton?”
Berbagai komentar langsung bersahutan begitu cerita Anton sampai di saat BB itu akhirnya kembali ke tangan Anton. Rata-rata mereka setengah tidak percaya dengan kejadian “langka” ini.
Anton sendiri malah jadi melamun sendiri di tengah komentar yang bersahutan dari teman-teman ngobrolnya. Pikirannya langsung melayang jauh ke beberapa tahun lalu saat dia mendapatkan BB itu dari seorang bosnya.
“Ini blackbery yang kudapat dari perusahaan dan kurasa Anton pantas memakai perangkat ini. Silahkan bawa pulang dan ajari aku kalau kamu sudah pandai Ton”
Anton tentu saja menjadi senyum-senyum sendiri, maklum bosnya memang jago merendah. Selalu saja dia menempatkan dirinya sedemikian hingga semua anak buahnya selalu merasa tenteram di dalam bimbingannya. Bosnya memang adalah type pemimpin yang memimpin dengan hati.
Bosnya juga terkenal sebagai seorang yang gemar bersedekah. Benar-benar boros kalau sudah sedekah. Anehnya kekayaannya tidak juga berkurang, malah terlihat makin makmur saja kalau dilihat dari luar.
Pernah sekali bosnya ini iseng membuka tabungan untuk anaknya, beberapa bulan kemudian ternyata tabungan yang dibukanya itu mendapat hadiah berupa sebuah mobil. Tentu sebuah keberuntungan yang sesuai dengan amalan beliau yang nyata tapi tak pernah ditunjukkannya.
Anton juga ingat ucapan bosnya sebelum mereka berpisah.
“Ingat ya Ton, BB itu bukan aku yang beli tapi perusahaan, jadi aku titipkan ke kamu karena kamu layak menerima dan menjaganya”
Lalu, apakah dengan kejadian ini Anton masih dianggap layak menjaganya?
Belum sempat Anton menjawab pertanyaannya sendiri, lamunannya sudah dibuyarkan oleh tepukan di pundaknya.
“Ikutan enggak ke panti asuhan?”
“Hehehe…ikut donk. Naik apa kita kesana?”
“Biasa nebeng mas Wawan yang mau ngajar di arah panti”
“Pulangnya?”
“Yah nebeng lagi. Kan mas Wawan janji mau mampir ke panti sehabis ngajar”
Ya Tuhan, begitu banyak kemudahan yang kita dapatkan dan kadang tidak terasa karena sudah menjadi kebiasaan. Semua nikmat Tuhan sering baru terasa menjadi nikmat ketika nikmat itu dicabut sementara dari kita.
Betapa nikmat sehat baru terasa ketika kita sakit dan demikian juga nikmat kaya baru terasa ketika kita jatuh miskin. Salah satu nikmat besar yang saat ini paling sering kita lupakan adalah nikmat waktu. Padahal waktu ini kalau sudah berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Beda dengan sehat dan harta yang masih mungkin kembali lagi, maka waktu benar-benar tidak mungkin kembali.
Anton terkesiap sendiri dengan renungannya tentang nikmat ini. Ditariknya nafas panjang-panjang dan dipandanginya ratusan bingkisan untuk anak yatim di panti asuhan, sementara itu dia hanya membantu membungkusnya dan dia malah tidak ikut memberi sumbangan materi di acara ini. Bahkan mobilnya rela dia pinjamkan untuk kegiatan hura-hura oleh teman-temannya yang lain, yang mungkin justru bukan teman sejatinya.
Di sini di komunitas berbagi dia temukan banyak hati yang saling terkait, saling menyapa tanpa kata dan saling menguatkan tanpa mengikat. Mereka adalah komunitas yang selalu haus untuk memberi, selalu ingin tangannya ada di atas dan bukan tangan yang selalu ada di bawah.
Tanpa sadar Anton mengusap pipinya yang tiba-tiba menjadi panas karena air mata yang mengalir tanpa tertahan lagi.
“Ya Tuhan, beri aku hati yang baik dan bersih, agar aku mampu membaca hati bersih yang ada di sekelilingku”
sumber gambar : Microsoft Clipart
53 views
Incoming search terms:
- clip art hati (3)
- Aku sedang sakit dan sendirian merasakan ini (2)
- sedang sakit (2)
- clip art Harta (1)
- hati bersih (1)
- nikmat tuhan (1)











*sungkem menjura buat postingan ini* mudah2an kita selalu diberi kelapangan hati
lukman�´s last [type] ..Sepenuh Hati
makaasih mas Lukman
ikut menjur lebih dalam
salam sehati
eko sutrisno hp�´s last [type] ..Nama Eko dimana-mana
I have been surfing on the internet over three hrs today, yet I never found any interesting write-up just like your own. Its fairly value for me. Personally, if all webmasters and bloggers created excellent contents just like you did, the web will be substantially a lot more beneficial than ever before.
Wonderful articles! appreciate for sharing your knowledge around! Hope to read more from you!
I have been simply just surfing around the web in search of ideas to write a few articles about and found your website, great things you truly have in this article thanks with the data.
Haha that’s my planl 2 get him back less than a month or 2. I think it’ll work cause I know/thinks he still likes me and when I hanq with
I truly find mtss is a interesting subject. Never looked over this subject in this way. If you are going to write more articles relating to this subject, I will be back in the near future!
simply found your blog .I have to say it is very great one and assuming you must be getting a lot traffic on this publish as it is incredibly fascinating