Kembali ke Telkomsel Flash Unlimited (haruskah?)

Apa jadinya ketika kita dihadapkan pada tagihan yang membengkak di setiap menerima tagihan dari penyedia layanan internet? Ngamuk tentunya, apalagi jika kita merasa tidak terlalu banyak mempergunakan fasilitas internet.

Bagaimana bisa muncul tagihan sebanyak itu? Semakin dipandang lembar tagihan telkomsel, semakin jengkel dibuatnya. Bagaimana mungkin sebuah operator terbesar di tanah air ini sampai sebegitu teganya menarik biaya ke pelanggan setianya.

Akhirnya yang dilakukan adalah mencopot kartu telkom halo dan menggantinya dengan kartu dari provider yang lain. Wuih…rasanya seperti terbebas dari himpitan yang sangat menyesakkan. Tagihan tiba-tiba drop lebih dari separuh. Komporpun dijalankan, aku mulai mengajak teman-teman untuk memakai provider lain. Selain dapat biaya murah, juga biaya percakapan sesama provider tidak dipungut bayaran lagi.

Lupakan kartu telkom dan gunakan kartu yang lain, begitu provokasiku pada teman-teman.

“Pak, aku mau ganti dari provider lama ke telkomsel, gimana sarannya?”, kata temanku pada suatu hari saat kita berdiskusi tentang layanan para provider.

“Lho…? Jangaaaan, tetap saja pakai provider yang lama. Aku malah sudah ganti ke provider yang non telkomsel!”

“Tapi kan telkomsel sekarang sudah lebih bagus dan waktu aktif juga sudah lebih lama dibanding dulu. kalau gak salah jadi 30 hari deh…”

“Harus diakui sinyal telkom memang dimana-mana, tapi soal tagihan jangan kaget kalau meledak-ledak,,,”

“Aku jadi ragu nih, tapi setahuku telkom lebih bagus soal sinyal dan harganya juga tidak terpaut jauh dengan provider lain. Slogannya telkomsel flash unlimited lebih cepat dan lebih hemat.”

“Nyatanya, tagihanku sampai meldak-ledak tuh…”

“Jangan-jangan bapak pakai unlimited tapi masih suka berselancar diluar server blackberry?”

“Ups…”, dalam hati aku terperanjat, meski di luar aku tetap saja menampilkan muka tenang dan akhirnya pura-pura menguap untuk mengakhiri pembicaraan.

Jangan-jangan begitu yang terjadi. Saat berselancar jangan-jangan aku tidak melihat sinyal yang hidup. Jangan-jangan aku pakai akses GPRS untuk akses ke situs-situs yang tidak didukung oleh blackberry.

Sampai beberapa hari aku masih diombang ambingkan oleh hal itu, sampai akhirnya aku mendapat sebuah ponsel cerdas dengan OS Android 2.2 Froyo.

Pengalamanku dengan tagihan yang meledak-ledak di telkomsel membuat aku pasang kartu dari provider lain ke ponsel android itu dan memasang kartu halo telkomsel di Blackberry.

Akupun mulai berselancar dengan gagahnya memakai provider non telkomsel saat menjelajahi android market dan berdiskusi di Whatsapp dengan teman-teman pengguna gadget BB maupun Android.

Blackberryku kembali mempergunakan kartu telkomsel. Yang terjadi kemudian adalah pusing tujuh keliling. Pasang langganan mingguan unlimited dan kemudian ganti lagi pasang langganan bisnis dan akhirnya tutup lagi semuanya.

Di ponsel yang lain (android), ternyata memakai android sangat perlu kecepatan internet yang bagus dan dari pantauan teman-teman pemakai android, sebagian besar memakai kartu telkomsel flash unlimited baik yang 125 ribu per bulan dengan kuota 2 GB (tertulis 1 GB tetapi ketika kita aktifkan muncul angka 2 GB) atau yang murah meriah paket flash unlimited 50 ribu per bulan.

Godaan makin kencang ketika jalan-jalan di Mall Ambasador. Terlihat adanya paket dari telkomsel flash yaitu flash unlimited 50 ribu per bulan.

“Ini paling cocok untuk internet. Apapun modemnya pakai telkomsel flash unlimited kartunya”, begitu promo dari sang penjual.

Akupun langsung antri di belakang para pembeli kartu telkomsel flash unlimited. Harganya 60 ribu sudah termasuk pulsa 55 ribu berlaku 30 hari. Kecepatan yang ditawarkan sampai 384 kbps dan menurun menjadi 64 kbps saat kuota terlampaui.

Ketika aku merogoh kantong untuk persiapan membeli kartu itu, aku mendengar percakapan dari pembeli di depanku dengan sang penjual.

“Ya benar pak. Ini hanya kartu untuk transfer data dan bukan untuk bicara”, kata sang penjual.

“Jadi tidak bisa dipakai untuk bicara ya?”

“Betul…”

Akupun memasukkan uang kembali ke dompet dan langsung meluncur pulang. Untuk apa beli kartu kalau tidak bisa dipakai untuk bicara?

Kawan-kawanku juga ikut membatalkan pembelian kartunya. Rupanya komporku membakar mereka juga.

Akupun memasang kartu telkomsel di ponsel android dan diatur agar hanya dipakai saat bertemu dengan hotspot gratis dan untuk menelpon plus sms saja. Sehari-harinya aku kembali larut dalam genggaman BB.

Suatu malam aku dikomplain oleh teman-teman yang beroperasi di ponsel android.

“Kok terlambat terus respon berita di android?”

Wah aku jadi kelimpungan menjawabnya. Akhirnya dengan berat hati aku mempergunakan flash unlimited dan akhirnya aku kembali menyesal.

Kenapa aku dari dulu tidak terpikir untuk memakai kartu flash unlimited?

Bukankah dengan memakai fasilitas unlimited aku bisa menjelajah kemana-mana tanpa perlu khawatir tagihan yang membengkak?

Mau nonton YouTube atau yang lainnya, tagihan akan tetap. Yach lebih baik terlambat daripada tidak. Segera Pasang flash di android dan berselancar ke semua kota tanpa takut tidak dapat sinyal.

“Apapun modemnya Flash Unlimited kartunya!”, promo yang agak bombastis, tapi kayaknya ada benarnya juga.

32 thoughts on “Kembali ke Telkomsel Flash Unlimited (haruskah?)

  1. Pingback: AXIS, Telkomsel, 3, Indosat, XL, Smartfren pilih mana ? | Komunitas Blogger Bekasi

  2. Saya kepikiran jg utk balik ke telkomsel flash dr kartu as saya. Tapi mahal banget. Kartu laen aja udah ada paket 50rb sebulan. Masa telkomsel bertahan di 100rb

    • Salam.

      Saya akhirnya tetap setia dengan telkom, karena sering travelling dan kadang hanya dia yang hidup saat saya ada di remote area..

      Soal kualitas layanan dan lain-lain memang bervariasi. Ada plus minusnya.

      Salam sehati.

  3. saya baru menggunakan kartu flash..baru berapa hari dan memang stabil tapi biasanya saja sering ganti dns nya atau dengan booster biar tambah cepat.
    karna urusan modem dengan sinyal pastinya ada keterlambatan..betul gak!!
    Salam PERSAHABATAN dan suksesok

  4. Pingback: Mana lebih bagus XL, Halo, 3, Indosat, Axis atau Smartfren ? « Dari "Kaca Mata"-ku

  5. Pingback: Wakil BeBlog di Blogilicious de Surabaya dan Makasar | Komunitas Blogger Bekasi

  6. Pingback: IBN menciptakan Blogger Profesional melalui Blogilicious « Dari "Kaca Mata"-ku

  7. Wow.. telkomsel flash emang murah.. tapi banyak yang bilang kalo awal2 aja yang cepet, nanti kebelakang2annya lambat ? apakah benar?

    Oh, iya salam kenal yah 🙂

  8. salam kenal mas Eko…. sy udah coba pakai Telkom Flash Unlimeted… tapi kok browsing putus-2 ya…. apa krn kurang bagus ya di daerah rumah sy di Bekasi… 🙁 akhir balik lagi deh ke yg lama…

    • Salam kenal mas,
      memang di Indonesia ini sebenarnya tidak ada yang jagoan 100 % di seluruh lokasi,
      pasti ada tempat-tempat tertentu yang jagonya justru underdog,

      jadi memang kita harus pandai-pandai memilih provider.

      salam sehati

  9. sayang didaerahku masih lum ada sinyal flash yang mumpuni. masih gprs. Yah jadi suseh deh buat ngenet…semoga flash masuk ke daerahku..

    Salam
    Daisy

  10. Seiring dengan banyaknya teman baru dan tuntutan pekerjaan, serta kemauan ingin mencoba bisnis baru, ternyata “internet setiap saat “ sangat saya butuhkan. Bukan sekedar untuk “Browsing lihat berita” tetapi “Online setiap saat” yang saya butuhkan, yaitu untuk memantau Bisnis saya.

  11. Pingback: Belajar SEO dari Mahadewi BeBlog | Komunitas Blogger Bekasi

  12. Pingback: Terpilih menjadi HL di Kompasiana « Dari "Kaca Mata"-ku

  13. Pingback: Bakmi Jape Methe Jakarta

  14. Pingback: SEO Telkomsel Flash « Dari "Kaca Mata"-ku

Tinggalkan Balasan