Blogger Jogja Berhati Nyaman : Komunitas Bayi yang siap jadi Raksasa

“Blogger Jogja Berhati Nyaman atau Blogger Yogya berhati nyaman?”

“Lho apa bedanya?”

“Hehehe…bedanya adalah yang satu pakai huruf J dan yang satunya pakai huruf Y”

Blogger Yogya berhati nyaman

Blogger Yogya berhati nyaman

Selama ini kota Yogya atau Jogja memang sering ditulis dengan dua ejaan yang sama-sama mempunyai penggemar fanatik. Akibatnya kata kunci Yogya jadi bersaing ketat dengan kata kunci Jogja.

Kalau kita lihat nama stasiun Tugu Yogyakarta, tertulis namanya adalah Jogjakarta, tetapi membacanya adalah Yogyakarta bukan Jogjakarta. Tulisan Jogjakarta yang terpampang di stasiun tugu itu adalah ejaan lama, sehingga kalau dibaca menjadi Yogyakarta.

Kalau kata Jogjakarta ejaan baru, maka kata ejaan lamanya adalah Djokdjakarta. Akan makin rumit lagi karena ternyata ada yang menuliskannya dengan kata Djokjakarta.

Pusing deh kalau mikirin hal ini. Yang jelas, kota Jogja ini sangat nyaman untuk ditinggali. Stiker Real Mataram (top skorer LPI asal Argentina) bahkan masih setia di Yogya meskipun klub Real Mataram sudah bubar. Harapannya adalah tetap main di klub sepak bola Yogya apapun namanya.

Dia merasa nyaman tinggal di kampung orang bernama YOGYAKARTA. Kalau saja dia kenal salah satu Blogger Yogya, mungkin dia akan meniru BePe, seorang pesepak bola Indonesia yang juga rajin ngeblog maupun ngetwit, bahkan mungkin dia akan ndaftar sebagai Blogger Jogja sebagai seksi olah raga (memang ada ya seksi olah raga di Blogger Jogja?)

Beberapa bulan lalu, Mie Sehati ikut menjadi saksi salah satu pertemuan para blogger Jogja ini. Mereka berkumpul, berguarau bersama-sama tapi menghasilkan karya besar bagi para blogger Yogya yang ikut komunitas IDBlogNetwork.

Blogger Yogya dan Founder IDBlognetwork

Blogger Yogya dan Founder IDBlognetwork

IDBlognetwork sebagai salah satu pilar Blogger Indonesia telah ikut menjadi pemicu bagi terbentuknya Blogger Jogja berhati Nyaman ini. Sebagai blogger Indonesia asal Yogya aku tentu menyambut baik munculnya para blogger muda Yogyakarta yang ternyata begitu berpotensi untuk berkiprah di dunia blogger.

Hari ini kubaca salah satu berita dari komunitas Blogger Jogja ini, mereka ingin ikut membantu para pemudik yang terjebak kemacetan di kota tercinta ini. Ini adalah salah satu contoh ide nyata di luar kebiasaan mereka ngeblog. Mereka tidak hanya bicara tentang SEO, SERP atau apapun seputar dunia blog, tapi mereka juga ikut membahas kehidupan sosial di kota Yogya.

Saat ini, kota Yogya sedang dijejali oleh banyak pemudik yang tinggal di Yogyakarta atau mereka yang singgah sebentar di Yogya sebagai salah satu terminal cinta mereka sebelum sampai di tujuan sebenarnya.

Bagi warga kota Yogya, kemacetan di kota ini adalah berkah dan juga keprihatinan. Berkah karena akan banyak pengusaha Yogya yang mendapat rejeki dari banyaknya teman yang mampir di kota tapi sekaligu sprihatin, karena jalan jadi macet, tidak nyaman dan penuh polusi.

Inilah sebuah kontradiksi yang membuat para blogger Yogya tergerak untuk mengurai kemacetan ini dengan ide-ide tersebut. Mungkin saja ide ini tidak banyak ditanggapi oleh para blogger lainnya, tapi ini adalah sebuah bukti bahwa para Blogger Jogja memang berhati NYAMAN !

Mari kita buktikan bahwa tidak hanya Blogger Jogja yang berhati Nyaman, tapi seluruh penduduk Yogya adalah sahabat siapapun yang menginjakkan kaki ke kota Yogya tercinta. Yogya memang Istimewa dan akan terus begitu.

Silahkan simak lirik lagu ini :

Holopis kuntul baris holopis kuntul baris (3x)

Jogja.. Jogja.. tetap istimewa…
Istimewa negerinya… istimewa orangnya…
Jogja.. Jogja.. tetap istimewa..
Jogja istimewa untuk Indonesia… (2x)

Rungokno iki gatra seko Ngayogyakarta
Negeri paling penak rasane koyo swargo
Ora peduli dunyo dadi neroko
Ning kene tansah edi peni lan mardiko

Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Di mana rajanya bersemi di kalbu rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh untuk mengayomi rakyat

Memayu hayuning bawono
Seko jaman perjuangan nganti merdeko
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya

Tambur wis ditabuh suling wis muni
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Bareng poro prajurit lan senopati
Mukti utawa mati manunggal kawulo gusti

Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan

Tenang bagai ombak gemuruh laksana merapi
Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyatnya njajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budhi pekerti

Elingo sabdane Sri Sultan Hamengku Buwono Kaping IX
Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jowo
Diumpamake kacang kang ora ninggalke lanjaran
Marang bumi sing nglahirake dewetansah kelingan

Ing ngarso sung tulodo
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Sepi ing pamrih rame ing nggawe
Sejarah ning kene wis mbuktikake
Jogja istimewa bukan hanya tuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia

Lirik lagu ini ini diambil dari blog Haxims

+++

Gambar diambil dari sini

  (659)

29 thoughts on “Blogger Jogja Berhati Nyaman : Komunitas Bayi yang siap jadi Raksasa

  1. Pingback: Donor Darah : Saatnya menjadi lebih sehat « Dari "Kaca Mata"-ku

  2. Pingback: Blogger Nusantara pemuas dahaga para Blogger tanpa kenal kasta « Dari "Kaca Mata"-ku

    • Salam.

      Pertemuan rutin pasti ada, cuma rutinnya itu yang tidak jelas per berapa hari/minggu/bulan atau tahun
      Hahaha…

      Ikut saja di FB-nya, nanti banyak informasi yang mengalir disana.

      Salam sehati

  3. Sip sip…
    Ulasan yang bisa menambah kabar teman2 luar Jogja, khusunya yang memilik kenangan Jogja sebelumnya.

    Nuwun Mas Eko… [terakhir ketemu di Museum Bank Mandiri (Kota) sebulan lalu, tapi keknya Mas Eko gak ngeh ding, Salam aja Mas... hihi]

  4. Pingback: Kopdar Blogger Jogja di Mie Sehati Yogya

  5. Pingback: Taqobballahu minna waminkum : Semoga amal kita diterima Allah « Dari "Kaca Mata"-ku

  6. Pingback: Tendangan Dari Langit : Film yang laik tonton (resensi) « Dari "Kaca Mata"-ku

Leave a Reply