Gadget ABG Jogja yang cantik

“Mas ini ada gadget ABG Jogja yang cantik dan panas”

“Apa itu dik?”

“Kesini dulu nanti tak tunjukin”

“Ah dik, kamu kok sok rahasia gitu sih, bilang saja kenapa?”

“Ini memang rahasia, tapi sebenarnya tidak terlalu rahasia sih, cuma aku ingin mas tahu duluan”

Akupun akhirnya meluncur ke Jogjatronik dan ketemu sama adik manisku. Dia tersenyum nakal memandangku. Duh , pasti aku dikerjain lagi ini. Mana bulan puasa lagi, kan gak boleh macem-macem, harus bisa nahan diri.

Ya sudah kepalang basah, akupun mendekatinya dan mulai menanyakan apa yang dimaksud dengan gadget ABG Jogja.

“Memang apa sebenarnya yang disebut gadget ABG Jogja itu?”

“Hahaha… Masku jangan marah ya, soalnya barangnya itu sudah gak ada”

“Asem…”, batinku

“Aduh udah capek-capek kesini ternyata aku dikerjain ya?”, sahutku mencoba sabar, sementara adik manisku tetap saja tersenyum-senyum menggodaku.

“Gak kok, masnya saja terlambat sampai. Coba datang lima menit yang lalu, pasti sempat lihat barangnya deh”

“Ya udah aku lihat gambarnya saja, ada nggak di ponselmu dik?”

“Wah iya lupa. Tadi kok enggak kuambil ya?”

“Ampuuun ampuuun” ucapku dalam hati, ini jelas-jelas aku dikerjain. Mana mungkin adik manisku ini lupa tidak memotret sesuatu yang menarik hatinya. Setiap hari kerjaannya motret benda-benda yang tidak jelas. Kadang rumput kering difoto, sepatu difoto, bahkan motret orang saja yang difoto hanya pinggul ke perut saja, tanpa terlihat bentuk mukanya.

“Bener gak diambil?”, ucapku masih dengan nada sabar

“Hehehehe… mas gak percaya ya?”

“Iya?

“Batereku habis mas, jadi gak sempat moto”

bukan abg jogja

Ini alasan yang masuk akal, mengingat dia memang memakai ponsel android yang boros batere, tapi aku tidak mudah percaya dengan raut muka lugunya. Aku sudah hafal, raut muka lugu itu artinya sedang mempersiapkan kebohongan baru. Langsung saja kutembak dia dengan pertanyaan mematikan.

“Kan ada mobile charger yang kemarin baru saja beli?”

“Ihh kok mas mikirnya kesitu sih”

“Nah, mulai terpojok nih”, batinku dalam hati.

Akupun melanjutkan pertanyaanku, “memang mobile chargernya rusak?”

“Enggak sih mas, tapi lupa gak kebawa eh dipinjam si Om yang baru datang kemarin”

Wah pinter juga adik manis ini mengelak pertanyaanku. Tadi sudah terpojok, sekarang sudah bisa keluar dari pojokan. Pasti dia sedang merasa senang telah mengalahkan aku. Terpaksa harus putar otak lagi nih untuk memancing dia.

“Oke deh aku nyerah. Jadi apa yang mau ditunjukkan ke aku”

“Gak ada”

“Ha? Gak ada? Bukannya tadi disuruh kemari untuk melihat gadget ABG Cantik?”

Tiba-tiba suasana jadi terasa hening. Kulihat mata adik kecilku tiba-tiba memerah dan wajahnya seperti mau menangis. Aku tentu saja jadi bingung tidak tahu harus berbuat apa. Kulihat orang-orang yang ada di sekelilingku. Mereka tampak asyik dengan kegiatannya masing-masing. Akupun mendekati adik kecilku dan mencoba pura-pura tidak melihatnya.

“Yuk kita ke Gramedia aja. Sudah sore nih, nanti kita pasang pelindung ponsel yang kau sukai disana. Aku yang bayar deh. Janji!”

Lewat sudut mataku, kulihat justru adik manisku malah makin terguguk. Wah gawat nih, kalau sampai perhatian orang melihat ke arahku bisa bahaya. Malu donk, ngobrol berdua kok ada yang menangis.

Akhirnya tanpa sengaja sudut mataku menatap gantungan ponselnya dan aku baru nyadar kalau ponselnya sudah berubah tidak seperti kemarin. Pantas saja dia tidak bergerak ketika kuajak ke Gramedia, rupanya dia sudah ke Gramedia dan mengganti casing ponselnya dengan lapisan bermotif Jepang.

Rupanya dia dari tadi ingin menunjukkan ponsel dengan casing barunya, tetapi aku tidak juga nyadar dan malah bertanya yang aneh-aneh. Oalah… dasar picek mataku kalau sedang emosi.

“Dik, maafin ya. Casingnya sudah ganti ya?”

Byar ! Matahari seperti langsung muncul di Jogjatronik. Adik manisku langsung cerah wajahnya dan senyumnya mengembang manis.

“Bagus kan?”, katanya sambil menunjukkan ponselnya.

“Ya ampun bagus banget”, ucapku tulus sambil menerima ponselnya. Akupun jadi bisa bernafas lega. Senyumku jadi mengembang dan membuat adik manisku ikut tersenyum kembali.

“Jadi ini yang disebut gadget ABG Jogja yang cantik ya?”

Akhirnya aku berbuka bersama di rumahnya dan tarwikh di masjid dekat rumahnya. Hari yang indah, alhamdulillah.

Sapu ABG Jogja cantik

Sapu ABG Jogja cantik

+++

Sumber gambar dari FB Vidya Balan
Tulisan ini dibuat untuk menyapu konten negatip dari kata kunci “ABG Jogja”

6 thoughts on “Gadget ABG Jogja yang cantik

  1. Pingback: Ajak @JamilAzzaini hajar konten porno yuk | Dari "Kaca Mata"-ku

  2. Pingback: #SinauSEO Perangi konten porno keyword ABG Jogja dan Anak SMP | Komunitas Blogger Bekasi

  3. Pingback: #SinauSEO : Hajar konten porno ABG Jogja dan Anak SMP | Dari "Kaca Mata"-ku

    • Alhamdulillah mas.
      BTW jangan berhenti disini, karena pemasok konten negatip terus memasok kontennya secara rutin.
      Semoga nafas kita tetap panjang untuk melawan para pemasok konten negatip.

      Salam sehati

Tinggalkan Balasan