Saat ini mungkin telkomsel masih yang paling banyak mempunyai BTS. Tersebar di seluruh pelosok nusantara membuat telkomsel tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang suka travelling keliling Indonesia. Di kota-kota besar, banyak pesaing yang lebih diminati oleh pengguna komunikasi data.
Sebut saja “3″ yang sempat booming sampai beberapa bulan di Jakarta. Bagaimana tidak, “3″ memberikan akses yang cepat dan murah, sementara provider yang lain masih tetap naik turun pelayanannya. Stabilitas koneksi masih menjadi kendala besar di kota Jakarta, sehingga provider besarpun sering kesulitan mengelola jaringannya.
Saat macet, atau di pusat berkumpulnya banyak orang, sinyal terlihat penuh tetapi komunikasi data sering lemot bahkan kadang tidak ada pergerakan data sama sekali. Kita hanya bisa memandang tampilan layar yang diam saja tanpa ada tanda-tanda kehidupan komunikasi data.
Menjelang hari H dan setelah hari H lebaran, maka trafik lalu lintas data akan semakin melonjak. Meskipun semua provider sudah meningkatkan kapasitas BTS masing-masing, tetapi pengalaman berbicara bahwa akses bersamaan dalam rentang waktu yang sama membuat komunikasi data mandeg.
Kiriman SMS saja bisa sampai setelah beberapa jam, beberapa kasus bahkan SMS sampai ke tujuan setelah lebih dari sehari. Seberapa banyak kasus seperti ini, mungkin para ahli yang sudah melakukan surbey bisa menjawabnya.
Mari kita lihat saja pengalaman kita masing-masing. Tahun lalu, cita-citaku untuk melakukan live twit sepanjang Jakarta terlaksana dengan tidak sempurna. Banyak lokasi yang masih bolong-bolong sinyalnya. Waktu itu aku gunakan beberapa kartu, mulai dari Axis, Telkomsel dan XL. Hasilnya mereka bergantian mati di jalan.
Bagi para aktifis pengirim SMS lebaran atau semacamnya, mungkin bisa memulai dengan membuat tulisan yang panjangnya di bawah 140 karakter, sehingga bisa diterima oleh semua merk ponsel dalam satu pesan. Ini hal yang sangat sepele, tetapi akan mengurangi sedikit kepadatan trafik SMS.
Pengirim pesan BBM juga jangan berfoya-foya di rentang seminggu sebelum hari H dan seminggu setelah hari H. Server BB setahuku masih di luar Indonesia, sehingga semakin sering kita melakukan komunikasi dengan BB, maka semakin banyak devisa negara yang kita keluarkan. Mari kita bijak memakai sarana komunikasi ini. Meskipun BB adalah barang pribadi kita dankita juga sudah membayar biaya langganan bulanan, tetapi mari kita berpikir sejenak untuk melihat kepentingan nasional.
Kurangi komunikasi yang tidak jelas dan fokus pada komunikasi yang bernuansa positip. Epos (energi positip) perlu disebarkan dengan cara yang baik bukan dengan cara yang tidak baik. Semakin bernafsu kita menyebarkan epos, belum tentu hasilnya semakin baik.
Bagi yang akan mudik, jangan lupa kalau membawa banyak ponsel, jangan semua dihidupkan. Salah satu saja dihidupkan, agar sampai di tujuan tetap bisa berkomunikasi. Akan lebih baik tetap membawa mobile charger, sehingga tidak harus bertemu dengan listrik PLN untuk melakukan pengisian batere.
Yang paling baik tentu naik mobil pribadi dan membawa konverter, sehinga selama naik mobil bisa melakukan proses pengisian ulang batere ponsel. Khsuus untuk penumpang kereta eksekutif, berbahagialah, karena disamping tempat duduk selalu tersedia colokan listrik yang siap dicolok kapan saja.
Kalau di Jawa, kita masih bisa memakai Indosat, Telkomsel, Axis, 3, Smartfren, XL atau apapun, tapi kalau sudah di luar Jawa mungkin kita harus lebih selektif memilih provider.
Selamat bersiap menyambut lebaran dan selamat merenungkan amal kita sejak lahir sampai sekarang, karena lebaran hampir sampai artinya bulan Ramadhan akan segera pergi.
Semoga tahun depan masih bertemu dengan Ramadhan lagi. Amin.
Salam sehati.
24 views






