#SinauFoto : Arbain Rambey bicara tentang Travelling Photography : Canon atau Nikon?

Acara temu alumni Teknik UGM sudah selesai, tapi para peserta masih asyik ngobrol ngalor ngidul. Aku sendiri langsung mengajak mas Aan untuk gabung ke acara kopdar yang lain, itulah kopdar tentang dunia Travelling Photography yang akan dibawakan oleh mas Arbain Rambey,

Ini adalah kopdar para pecinta foto yang tergabung dalam wadah Kagama Virtual, sebagai kelanjutan dari acara proklamasi eksistensi para penggemar foto di lingkungan alumni UGM yang tergabung dalam komunitas Kagama Virtual (KV).

Apa yang disampaikan oleh mas Arbain Rambey tentang dunia Travelling Photography sangat menarik dan cukup berbeda dari beberapa pembicara foto yang lain.

Mengambil tempat di OCCI Digital Photography School, acara ini kupandu secara santai. Maklum pesertanya tidak ada yang demen model kaku, semuanya langsung nyeplos begitu ingin bertanya dan mas Arbain Rambey sendiri adalah tipikal yang harus disetop bicara kalau kita butuh bertanya.

“Begitu banyak orang bertanya pada saya tentang satu hal yang bagi mereka sangat penting”, paparnya.

“Pertanyaan itu adalah camera mana yang lebih baik, Olympus atau Nikon? Atau kita ambil dua agama terbesar, mana lebih bagus Canon atau Nikon?”

Nikon AW 100 y #SinauFoto : Arbain Rambey bicara tentang Travelling Photography : Canon atau Nikon?

Itu memang merupakan pertanyaan standard yang selalu ditanyakan oleh para pemula. Mereka yang sudah lebih lama berkecimpung dalam dunia foto, sudah tidak begitu mempermasalahkan hal itu.

“Pertanyaan tentang gadget, sebenarnya hampir semua penanya sudah tahu jawabannya. Mereka hanya butuh kepastian atau ketegasan terhadap apa yang mereka pilih”

“Kalau mereka tidak juga memilih mana yang paling baik menurut mereka, sebenarnya berarti mereka belum butuh camera. Mereka hanya punya uang tapi tidak begitu butuh camera”

“Kapan kita beli lensa, kapan kita tukar body dan sebagainya adalah pertanyaan yang tidak pelru lagi kita tanyakan. Bila kita melakukan pemotretan dan kemudian kita merasa bahwa lensa kita kurang maksimal, maka itulah saatnya beli lensa baru”

“Jangan terlalu masuk ke dalam untuk urusan yang bsia diserahkan pada mesin, uruslah hal-hal yang hanya kita yang bisa menanganinya”

Mas Arbain membagi prinsip fotografi menjadi 4 hal :
1. Teknik (white balance, speed, diafragma),
2. Posisi fotografer terhadap objek
3. Komposisi foto
4. Moment

Bila kita konsentrasi pada masalah teknik dan memang inilah yang sering dikutak-kutik oleh para pemula, maka kita akan kehilangan porsi untuk hal-hal yang mestinya bisa lebh kita kelola. Sebaiknya kita lebih fokus pada masalah moment obyek foto, komposisi fotonya sendiri dan posisi saat kita mengambil foto.

Kalau kita bisa lebih fokus akan tiga hal tersebut, maka kualitas foto kita sebenarnya bisa lebih baik. Kenapa harus memakai “M”(manual) kalau sudah ada “A” (automatic) ?

“Banyak penggemar foto yang merasa rendah kalau masih memakai model auto saat mengambil sebuah ganbar. Padahal dengan menyerahkan masalah teknis pada kemampuan camera (mode automatic), maka kita bisa fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan moment, posisi kita mengambil foto, komposisi foto dsb”

Arbain Rambey juga menyoroti beberapa hal yang akhirnya mendorong perkembangan fotografi :

1. Travelling
2. Aktivitas/ timeline manusia sejak dari kelahiran seseorang
Pengalaman menunjukkan bahwa file gambar yang kita simpan ternyata rentan rusak, biarpun sudah di simpan dalam harddisk maupun tempat penyimpan lainnya. Jadi kita harus waspada terhadap umur piranti penyimpan data. Perawatan media penyimpanan foto perlu diperhatikan. Lakukan backup ulang secara rutin, sesuai dengan umur/ daya tahan media tsb, baik harddisk maupun CD/ DVD.
kopdar poto #SinauFoto : Arbain Rambey bicara tentang Travelling Photography : Canon atau Nikon?
Bila kita ingin berkarir di dunia poto, maka sebaiknya kita mulai memilih foto terbaik kita dan unggah ke lokasi yang sering dilirik oleh para pembeli foto. Biasanya para pelirik itu melihat situs fotografer.net atau situs yang sejenis. Mulailah upload dari sekarang. Usahakan dihindari pemberian watermark pada foto yang kita upload.
“Upload foto dengan resolusi rendah, tapi hindari watermark. Para pembeli sudah punya stereotip, bahwa foto yang diberi watermark biasanya ribet negosiasi harga fotonya”
Bagi para pemula, bila akhirnya dilirik para pembeli, maka silahkan pasanag harga foto sekitar 500 ribu sampai sejutaan untuk foto biasa. Untuk foto istimewa mungkin bisa sedikit lebih tinggi harganya, tetapi kalau terlalu banyak lebihnya tidak baik juga hasil negosiasinya.
Tertarik dengan Travelling Photography? Ayuk kita motret !:-)
Tas Nikon #SinauFoto : Arbain Rambey bicara tentang Travelling Photography : Canon atau Nikon?

+++
Foto diambil dari Foto dari https://www.facebook.com/yudho.wiratomo (sesuai watermark)

301 views

3 thoughts on “#SinauFoto : Arbain Rambey bicara tentang Travelling Photography : Canon atau Nikon?

  1. benar sekali pak, fotografi jangan terlalu fokus dg hal mesin bahkan dengan mesin camera digital biasa kalau dapat momen dan fokus terbaik bisa dapat gambar yg luar biasa, salam kenal pak eko, salam blogger jogja
    Aji Wibowo�´s last [type] ..Award Blog Tingkat DuniaMy Profile

  2. Pingback: Memahami istilah lensa Canon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge