True HDR atau Pro HDR

Kalau ada dua pilihan “True HDR atau Pro HDR”, anda pilih install aplikasi yang mana ?

Dua aplikasi ini sama-sama mudah dioperasikan dan hasilnya kurang lebih sama, tergantung selera sang pemotret. True HDR terlihat lebih natural. sedangkan Pro HDR terlihat lebih terang hasilnya saat keduanya diaplikasikan dengan mode standard. Pada mode ini tidak ada proses editing, semua natural apa adanya.

Sebelumnya, bagi yang belum kenal dengan istilah HDR, mungkin bisa membaca secara detil dengan search kata kunci HDR (High Dinamyc Range). Dengan mode ini, maka kita bisa memotret sebuah kondisi dimana terjadi kontras yang sangat ekstrem pada obyek foto.

Pada contoh pemotretan di bawah ini adalah sebuah obyek dengan dua kondisi cahaya yang sangat kontras. Jika kita fokus pada layar monitor, maka benda yang ada di depan layar akan nampak gelap. Sebaliknya bila kita memasang fokus pada benda di depan layar, maka akan terjadi kondisi over exposure, sehingga layar akan menjadi sangat putih dan tidak terlihat apa yang muncul di layar.

True HDR

True HDR

Pro HDR

Pro HDR

Idealnya untuk memotret dengan teknik HDR memakai tripod, sehingga beberapa gambar yang dijadikan satu mempunyai posisi yang sama. Pada contoh di atas, pemotretan tidak memakai tripod dan hanya berdasar kekuatan tangan semata. Hasilnya pasti akan jauh berbeda dibanding kalau memakai tripod. Apalagi kalau memakai camera betulan, misalnya memakai Canon 6D atau Nikon D7k, pasti akan sangat berbeda hasilnya.

Seperti kita tahu, teknik HDR adalah penggabungan beberapa foto yang mempunyai tingkat pencahayaan berbeda. Contohnya memotret matahari terbit di pantai, maka cahaya matahari akan mempunyai tingkat pencahayaan berbeda dengan obyek yang ada di depan kita, misalnya bangunan rumah, orang atau benda lain yang lebih gelap dibanding matahari.

Pada contoh foto di atas matahari diganti dengan layar komputer yang terang benderang dan benda di depan layar sebagai obyek lain yang berbeda tingkat pencahayaannya. Mari kita lihat bila obyek di atas difoto tanpa memakai teknik HDR.

Tanpa Teknik HDR

Tanpa Teknik HDR

Terlihat beda tiga gambar itu adalah pada obyek modem putih yang menjadi lebih gelap dan ponsel hitam menjadi semakin gelap. Mana yang lebih bagus ? Tanpa HDR atau memakai teknik HDR ? Jawaban tidak bisa diberikan dengan gamblang, karena ada masalah seni di teknik HDR. Rasa seni yang berbeda akan membuat penilaian berbeda juga.

Teknik HDR yang bagus adalah memakai camera DSLR, memakai tripod dan diolah dengan aplikasi khusus untuk menggabungkan beberapa gambar dengan tingkat pencahayaan berbeda (underexposure, normal dan overexposure). Setelah selesai memotret obyek, maka gambar dalam format RAW diolah dengan memakai aplikasi pengolah gambar khusus. Contohnya adalah aplikasi di bawah ini (diurutkan berdasar abjad bukan berdasar kehebatannya)

  1. Canon Digital Photo Professional 
  2. Dynamic-Photo HDR 5 
  3. EasyHDR 
  4. Essential HDR 
  5. Full Dynamic Range Tool 
  6. Fusion 
  7. HDR Darkroom 3 Pro 
  8. HDR Efex Pro 
  9. HDR Expose 3
  10. HDR Projects 2
  11. LR Enfuse for Lightroom
  12. Luminance HDR
  13. Machinery HDR
  14. Oloneo HDR
  15. Photomatix Pro
  16. PaintShop Pro X6 Ultimate
  17. Photoshop CC – Merge to HDR Pro
  18. PhotoStudio
  19. Picturenaut
  20. SNS-HDR 

Dari sekian banyak aplikasi tersebut, aku hanya prefer pada Photomatix Pro dengan alasan pribadi. Bagi yang pusing melihat banyaknya aplikasi itu, maka gunakan saja aplikasi yang sudah instan. Itulah True HDR atau Pro HDR.

Selesai.

Contoh hasil HDR dengan camera beneran dari HDR Guide bisa dilihat dibawah ini.

Contoh HDR Guide Final-Version

Contoh HDR Guide Final-Version

3 thoughts on “True HDR atau Pro HDR

  1. Pingback: LG G3 dan iPhone6

Tinggalkan Balasan