Aplikasi Strava sahabat Goweser

Kompas Minggu yang lalu banyak membahas tentang manfaat memasang aplikasi Strava pada ponsel para goweser. Layaknya sekretaris pribadi yang setia, aplikasi Strava menjadi sahabat para Goweser ataupun para pelari. Semua kegiatan olah raga akan dicatat dengan rapi dan dikelompokkan sesuai kelompok olah raga masing-masing. Kalau dulu para goweser lebih akrab dengan Endomondo, maka aplikasi Strava makin hari makin disukai oleh para goweser, karena terasa memberi sentuhan lain pada para goweser. Endomondo, Strava maupun aplikasi sejenis, sudah menjadi aplikasi wajib untuk pesepeda.

Di Kota Jogja, banyak kawan-kawan goweser yang mulai memasang aplikasi Strava pada ponsel mereka, terutama kawan-kawan goweser Kulon Progo (KP), mereka sangat akrab dengan aplikasi Strava dan hampir semua goweser KP yang kukenal, semuanya memasang aplikasi Strava. Untuk goweser dari daerah lain, sebagian masih setia dengan Endomondo dan sebagian lagi memasang dua-duanya.

Saat ini Strava makin memanjakan penggunanya dengan adanya fitur upload foto langsung dari ponsel masing-masing. Fitur ini sudah lazim di aplikasi Run Keeper, sehingga terasa melegakan bagi mereka yang sudah beralih ke Strava. Bila dahulu upload foto dilakukan dengan update status via Instagram, maka aplikasi Strava terbaru sudah bisa melakukan secara langsung, meskipun kegiatan olah raga sudah selesai.

Beberapa teman yang memakai dua aplikasi, Strava dan Endomondo, untuk pencatat kegiatan bersepedanya pernah menulis bahwa ada algoritma yang berbeda dari kedua aplikasi itu saat mencacat kegiatan olah raganya. Dengan rute yang sama, sepeda dan pesepeda yang sama, ternyata hasilnya bisa berbeda. Hal tersebut pernah juga kualami waktu aku belum kenal dengan Garmin Forerunner 920 xt, setelah aku memakai Garmin FR 920xt, maka semua aplikasi itu langsung kusambungkan dengan Garmin Connect, sehingga hasilnya seharusnya sama persis, karena sumbernya sama, tetapi ternyata masih juga berbeda (sedikit),

Endomondo 1 April 2015

Endomondo 1 April 2015

Bandingkan dengan hasil dari Strava di bawah ini.

Strava 1 April 2015

Strava 1 April 2015

Manakah yang paling anda sukai dari tampilan dua aplikasi ini ? Ada yang lebih suka dengan Endomondo dan ada juga yang lebih nyaman dengan Strava. Sekarang mari kita lihat sumber data dari dua aplikasi tersebut, yaitu catatan dari Garmin Connect di bawah ini.

Garmin Connect 1 April 2015

Garmin Connect 1 April 2015

Dari ketiga tampilan di atas, sebenarnya tampilan Endomondo dan Garmin lebih mendekati sama, tetapi beberapa kawanku ternyata tetap memilih Strava sebagai aplikasi yang wajib diinstall di ponsel para Goweser. Mereka bilang,”Strava sudah menjadi sahabat goweser !”

Dengan adanya Gramin FR 920xt yang kupakai sepanjang hari, saat ini aku menganggap sama baiknya antara Endomondo dan Strava. Namun aku memang lebih prefer ke Strava karena berbagai alasan, antara lain karena kegiatan Strava sangat mudah ditempelkan di blog, seperti yang juga kupasang di sisi kanan halaman ini. Tantangan Strava juga sedang menjadi topik beberapa goweser di komunitasku, misalnya tantangan mendapat Badge Gran Fondo, baik yang 100 km, 130 km maupun 150 km dalam waktu 24 jam tanpa berhenti.

Gran Fondo 130 km bulan November

Gran Fondo 130 km bulan November

Dari capaian tantangan Strava di atas, aku nyaris sukses menempuh 500 km dalam 8 hari, yaitu saat libur Natal sampai sebelum Tahun baru. Pada bulan Nopember, aku baru sempat sukses menempuh jarak 138 km dalam sekali bersepeda tanpa berhenti. Semua hal tersebut di atas, dicatat dengan rapi oleh aplikasi Strava dan akan dilaporkan pada kurun waktu tertentu untuk memotivasi para pengguna Strava.

Namun perlu diingat oleh para Goweser, bahwa aplikasi Strava memang sangat membantu mencatat kegiatan olah raga kita, tetapi yang lebih penting adalah realisasi di kegiatan olah raga itu sendiri, Banyak cara untuk mendapat badge, tanpa harus melakukan olah raga yang sebenarnya, sehingga ditekankan kejujuran para pengguna aplikasi untuk jujur pada diri sendiri. Yang lebih penting lagi, jangan pernah puas mempunyai aplikasi yang sempurna, mempunyai sepeda yang paling baik, mahal dan sebagainya, tetapi tidak rutin berolah raga.

Bersepeda itu yang penting adalah bersepedanya, bukan sepedanya !

Bukan sepedanya yang penting, tapi bersepedanya !:-)

Bukan sepedanya yang penting, tapi bersepedanya !:-)

 

 

 

Tinggalkan Balasan