Garmin edge 820 di J150K

Pada tulisanku di blog gowes berjudul “NetTV sesat di Jogja“, aku mencoba memakai Garmin Edge 820 di J150K Jogja untuk mencoba kehandalan perangkat ini. Sayangnya tidak terlihat peserta lain yang memakai perangkat ini, sehingga aku tidak bisa mencoba fitur gowes komunitas. Padahal peserta acara gowes J150K sekitar 600 goweser seli (sepeda lipat) yang akrab dengan Garmin. Yang kulihat banyak dipakai adalah Garmin type Fenix 3HR terbaru.

Rencanaku memang sebenarnya membeli perangkat Garmin Edge 520 dan bukan Edge 820, keduanya mempunyai fitur unggulan yang sama persis, perbedaannya hanya masalah minor. Ternyata perbedaan inilah yang membuat Edge 820 terasa nyaman dipakai, jadi meskipun fitur utamanya sama, tetapi untuk kemudahan dipakai memang ada bedanya, Misalnya saja soal layar sentuh, terasa sangat membantu untuk orang malas seperti saya. Tinggal geser di layar dan semuanya berubah, tampilannya juga terasa lebih keren.

Garmin Edge 820

Garmin Edge 820

Kalau soal fungsi dan kegunaan perangkat Edge 520, sebenarnya sama persis dengan Edge 820. Memang Edge 520 tidak bisa menyimpan peta, tetapi yang kurasakan fitur penyimpanan peta terasa sangat minor, sehingga boleh dikata tidak banyak dipakai. Yang penting adalah tampilan “cadence”, kecepatan, jarak dan jam (saat ini). Yang paling penting ini ada semua di Edge 520, jadi kusimpulkan bahwa aku tidak perlu membeli yang Edge 820.

dimensi Garmin Edge 820 sama dengan Edge 520

dimensi Garmin Edge 820 sama dengan Edge 520

Akhirnya aku memang membeli yang versi Edge 820. disamping barang yang ready adalah Edge 820 juga ada teman yang membantu pengadaan barang ini. Ternyata kemudian memang jadi terasa lebih keren memakai Edge 820. Aku bisa menyimpan jalur J150K dalam Edge 820 dan bisa mengusap-usap layarnya untuk berpindah ke tampilan layar yang lain. Layar Edge 820 bisa melihat pengguna Edge 520, tapi tidak sebaliknya.

Yang menarik memang Strava langsung terkoneksi dengan Edge 820, peta yang muncul bisa menunjukkan pengguna Garmin Edge yang lain, semuanya dalam tampilan yang cerah. Pernah kutanya goweser yang memakai Edge 1000,”kok masih memakai Fenix 3 sementara sudah memakai Edge?”.

Jawabnya ternyata sederhana dan enteng banget,”jam itu fungsinya ya hanya menunjukkan waktu sedang garmin edge tidak hanya waktu, tapi peta rute dan lain-lain”. Kamipun tersenyum bersama dengan arti masing-masing.

Garmin Edge 820 cateye dan Fenix 3HR

Garmin Edge 820 cateye dan Fenix 3HR

Sebenarnya untuk fungsi sederhana, kita bisa memakai CatEye di sepeda kita, tetapi yang sudah terbiasa memakai Garmin, pasti akan merasa kagok dengan model penyetelannya. Hanya saja CatEye punya kelebihan masa pemakaian karena memakai baterai jam (biasa) bukan memakai baterai yang bisa diisi ulang (baterai lithium).

Pada waktu kupakai mengikuti acara j150k, ternyata pas menjelang finish, mendekati 10 jam pemakaian atau 150 km, edge 820 sudah memberi warning untuk ganti ke mode hemat daya dan ketika kujalankan, tampilan layar langsung mati. Saat kuhidupkan lagi setelah baterai kuisi dengan kabel USB dari PC, maka strava langsung terkoneksi dan Edge 820 langsung sinkrinosisasi. Kalau sudah masuk strava berarti langsung juga datanya masuk ke Endomdondo dll.

Garmin Edge 820 di rute j150k`

Garmin Edge 820 di rute j150k

Pada kesimpulan, berdasar pemakaian Garmin Edge 820 di rute J150K, maka sebaiknya menggunakan alat bantu Edge 820 ini cukup dibawah 9 jam pemakaian, atau disetel dengan mode hemat batere agar tahan lebih dari 9 jam pemakaian.

Tentu saja kesimpulan ini hanya berdasar satu event acara saja, perlu dicoba di event lain dan dibandingkan juga bila kita memakai Garmin Edge 820 yang lain, sehingga dapat diambil kesimpulan berdasar pengalaman dari berbagai event dari berbagai perangkat yang berbeda, tetapi tetap dengan Garmin seri Edge 820.

 

Tinggalkan Balasan